Hidupku adalah untuk memberi (Narayanan Krishnan CNN Hero)

Narayanan Krishnan meninggalkan pekerjaan mapan-nya di grup hotel ternama di Bangalore India, karena tergerak hatinya setelah melihat seorang tua makan (maaf) kotoran karena kelaparan. Selama kerja di hotel dia melayani begitu banyak orang, namun di kota asalnya begitu banyak orang yang kelaparan tidak punya makanan. Sejak saat itu setiap hari dia memberi makan gelandangan dan tunawisma, bahkan memandikan dan mencukur rambut mereka.


Tak heran dedikasi Narayanan ini mendapatkan apresiasi dinobatkan sebagai CNN Hero.

Kata Narayanan Krishnan :
What is The Ultimate Purpose of my life.... is to Give
Start Giving, See the joy of Giving




Gelandangan yang memberikan 50% uangnya untuk musuhnya

Berikut video ada dua orang remaja yg suka membuat video ngerjain orang, kali ini mereka meminta dua orang gelandangan yg biasa berpenghasilan $6/hari dari meminta-minta untuk bertanding satu-sama lain adu panco untuk memperebutkan hadiah $100 utk yang menang dan yang kalah tidak dapat apa-apa (padahal rencananya yg kalah akan dapat $50, dirahasiakan). Diluar yang dibayangkan bahwa keduanya bakal saling ngotot dengan segala cara termasuk mencakar, mengigit dll (disebutkan sebelum panco dilakukan).


Setelah selesai adu panco dan gelandangan-A yang menang diberikan DUA lembar $50, ternyata dia memberikan satu lembar $50 kepada yang kalah tanpa diminta.

Sering saya jumpai bahwa orang yang "tidak punya" cenderung lebih ikhlas dan tidak takut berkekurangan. Mereka tidak memberi dari kelebihan-nya (seperti kebanyakan orang) namun mereka memberi dalam "kekurangan"nya.

Kristina Mei Wulandari (17) - Lumpuh - Surabaya


Kode Target
:
140127A
Nama Target
:
Kristina Mei Wulandari
Laki/Perempuan
:
Perempuan
Umur
:
17th
Alamat
:
Manyar Sabrangan RT 1 RW 2 Gg.8B no. 23B Surabaya
Pekerjaan
:
-
Nama Ortu
:
Koeshari (Kakek)
Ratri Wahyuningsih (Ibu, sudah meninggal)
Ayah
Pekerjaan Ortu
:
Tidak bekerja
No HP
:
-
No Rekening Bank
:
-




Penyakit
:
Polio
Riwayat Pengobatan
:
Sejak di diagnosa polio saat bayi, tidak pernah di periksakan lagi
Kondisi Terakhir
:
Lumpuh total, tulang patah, tidak bisa bergerak sama sekali
Terahir di rawat di
:
-




Kontributor + HP
:
Bpk. Nafi - 0819-1321-6490




====== donasi =========
NNBM = 3jt 

Pada Rabu 29 Jan 2014 di sampaikan ke langsung ke kakek target Bpk Koeshari
















Atik Wahyuni (40) - Lumpuh - Tuban



Kode Target:131208A
Nama Target : Atik Wahyuni (40th)
Nama Suami : Yuli Lariyanto (41th)
TTL/Usia : 40th
Pekerjaan suami :  Serabutan
Alamat :
 Kel. Kebonsari, RT 3 RW 5. Tuban
No HP :
-
No Rekening : -
Penyakit :  Lumpuh (belum di periksakan utk tahu detail penyakitnya)
Riwayat pengobatan : -


.
Kondisi terakhir Target : dirawat di rumah karena tidak ada biaya 



Terakhir di Rawat : -



Jamkesmas : -
Kontributor :
 Bpk Heri (082 334 990 675) - rumahnya daerah kebonsari dekat dgn target







Tanggal 8 Desember bantuan dari donatur disalurkan ke rumah target:
Bpk. Santoso = 5jt
di salurkan oleh Bpk Heri


Video penyaluran donasi saat ini sedang kami upload dan bisa live di http://youtu.be/1JPy1M3JGgQ



Khusnul Khotimah (24) - Kanker Pembuluh Darah - Jatirogo



Kode Target:131205A
Nama Target : Khusnul Khotimah (panggilan di desa: Minah)
Nama Suami : -
TTL/Usia : 24th
Pekerjaan : menjahit
Alamat :
RT 3 RW 1, Dusun Bawi Wetan, Desa Hargoretno, Kec. Kerek, Jatigoro - Tuban
No HP :
081-235-772-089
No Rekening : -
Penyakit :  Kanker Pembuluh Darah
Riwayat pengobatan : -


.
Kondisi terakhir Target : dirawat di rumah karena tidak ada biaya 



Terakhir di Rawat : RSUD Dr Sutomo Surabaya pada 2008, pada 2003 pernah di operasi kecil di RS williambooth surabaya





*** : -
Kontributor :
 Bpk Irawan (081-653-5294)










Sumber: http://beritajatim.com/pendidikan_kesehatan/188152/antre_setahun_di_rsu_dr_soetomo,_pasien_jamkesmas_belum_dipanggil.html#.UqSVu-Ly7IX

Nasib kurang beruntung dialami oleh Khusnul Khotimah (24), seorang gadis penderita kanker pembuluh darah asal Dusun Bawi Wetan, Desa Hargoretno, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Meski telah mengantre selama setahun untuk mendapatkan perawatan medis atas penyakitnya itu, dia hingga kini belum mendapatkan panggilan.

Gadis desa tersebut telah mendaftar untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit umum Dr Soetomo Surabaya sejak sekitar satu tahun yang lalu dengan menggunakan kartu Jamkesmas. Saat ini kondisi benjolan akibat kanker pembulu darah yang berada di wajahnya tersebut saat ini sudah semakin membesar dan ia hanya bisa pasrah untuk menunggu panggilan perawatan.

Menurut gadis yang kedua orang tuanya hanya bekerja sebagai petani itu, penyakit kanker muncul sejak masih anak-anak. Namun seiring dengan pertumbunannya kondisi benjolan yang berada di pipi sebelah kakan tersebut semakin membesar.

"Sejak lahir ini sudah ada, tapi warnanya hitam seperti Toh. Terus saat sudah besar baru diperiksakan dan kata dokter ini kanker pembuluh darah," terang Khusnul Khotimah, saat ditemui di rumah orang tuannya yang ada di desa tersebut.

Sekarang ini untuk benjolan akibat kanker tersebut sudah hampir menutupi sebagian wajah Khotimah. Namun sejak dua tahun terakhir ini barulah Khotimah sering merasakan sakit dan terasa nyeri pada benjolan yang ada di pipinya tersebut, hingga akhirnya keluarga gadis yang juga sebagai Penjahit tersebut mengobatkannya ke rumah sakit di Surabaya.

Gadis itupun pernah menjalani perawatan dan operasi di rumah sakit William Booth Surabaya dan telah menghabiskan uang Rp 16 juta namun tidak kunjung sembuh. Sehingga akhirnya pengobatan tidak diteruskan lantaran orang tua dari gadis malang tersebut sudah kehabisan biaya dan akhirnya datang ke RS Dr Soetomo Surabaya dengan kartu Jamkesmas.

"Sudah setahun datang di rumah sakit Karang Menjangan (Dr Soetomo), tapi masih antre kamar dan belum dapat panggilan lagi, jadi ya kita masih nunggu," ujar gadis lugu tersebut.

Keluarga dari Khusnul Khotimah hanya bisa pasrah dan menunggu panggilan dari rumah sakit Dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan dan operasi penyakit kanker yang dideritanya itu. Namun meski demikian keluarga tidak mau berprasangka buruk, mereka akan tetap menunggu panggilan untuk operasi kanker yang dari hari kehari semakin membesar itu.

Tanggal 6 Desember 2013, kami salurkan secara tunai bantuan dari donatur sebesar 5,5jt
Bpk. Kukuh : 1jt
Ibu Erlisa : 500rb
PT.BM : 4jt